Akhlak rasululllah sehari hari
Ceramah
B
Bistami
5 Mei 2026
6 menit baca
2 views
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّي...
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. اَلصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} (الأحزاب: 21)
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي.
Alhamdulillahilladzi nahnu fi ni'matihi wa fadlih, segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang senantiasa melimpahkan nikmat dan karunia-Nya kepada kita, sehingga pada hari yang berbahagia ini, kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini dalam rangka menuntut ilmu dan mempererat tali silaturahmi.
Yang terhormat, para alim ulama, para kiai, para asatidz dan asatidzah, segenap tokoh masyarakat, Bapak-bapak, Ibu-ibu, saudaraku sekalian kaum muslimin wal muslimat yang dirahmati oleh Allah SWT. Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita dapat bersama-sama hadir dalam majelis ilmu yang insya Allah penuh berkah ini. Kehadiran kita di sini adalah sebuah modal yang sangat berharga untuk kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin mengajak kita semua untuk merenung dan mengkaji lebih dalam mengenai salah satu aspek terpenting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu bagaimana meneladani akhlak Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam kehidupan kita sehari-hari. Tema ini begitu fundamental, karena Rasulullah ﷺ adalah uswah hasanah, teladan terbaik bagi kita. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 21:
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}
Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah."
Ayat ini sangat jelas menegaskan bahwa teladan terbaik bagi kita adalah Rasulullah ﷺ. Bukan sekadar dalam ibadah ritual semata, tetapi juga dalam segala aspek kehidupan, terutama akhlak beliau yang luhur. Mengapa akhlak Rasulullah ﷺ sangat penting untuk kita teladani dalam keseharian? Karena akhlak adalah cerminan dari keimanan seseorang.
Mari kita lihat bagaimana Rasulullah ﷺ dalam kesehariannya. Beliau adalah pribadi yang paling lembut, paling penyayang, paling pemaaf, dan paling adil di antara seluruh manusia. Kelembutan beliau diceritakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: خَدَمْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ، وَاللهِ مَا قَالَ لِي: أُفٍّ، قَطُّ، وَلَا سَأَلَنِي عَمَّا صَنَعْتُ، وَلَا انْتَهَرَنِي.
(رواه البخاري ومسلم)
Artinya: "Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: 'Aku telah melayani Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah berkata kepadaku 'uh' (ucapan kekesalan sekecil apapun), tidak pernah bertanya kepadaku tentang sesuatu yang telah aku lakukan (mengapa ini atau itu), dan tidak pernah membentakku."
Subhanallah! Sepuluh tahun melayani, dan tidak pernah ada kata kasar, apalagi bentakan. Ini adalah cerminan akhlak beliau yang begitu tinggi. Beliau tidak pernah membebani hambanya, justru beliau memberikan kemudahan. Bagaimana dengan kita? Seringkali kita mudah kesal, mudah marah, mudah membentak, terutama kepada orang-orang terdekat kita, anak-anak kita, bahkan kepada orang tua kita. Padahal, Rasulullah ﷺ adalah contoh bagaimana seharusnya kita memperlakukan sesama.
Selain itu, kejujuran adalah salah satu pilar akhlak Rasulullah ﷺ yang tidak bisa ditawar. Beliau dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya) bahkan sebelum beliau diangkat menjadi nabi. Hal ini membuat seluruh masyarakat Makkah, baik yang beriman maupun yang belum, mempercayakan harta benda mereka kepada beliau. Kejujuran ini harus kita contoh dalam perkataan dan perbuatan kita. Dalam urusan jual beli, dalam bermuamalah, dalam bersaksi, kita harus senantiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran yang dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 119:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."
Bersama orang-orang yang benar, yang jujur. Dan Rasulullah ﷺ adalah puncak daripada kaum yang jujur dan benar.
Kemudian, kerendahan hati. Sekalipun beliau adalah seorang pemimpin besar, seorang nabi utusan Allah, namun beliau selalu tampil rendah hati. Beliau tidak segan duduk bersama sahabat-sahabatnya, makan bersama hamba sahaya, bahkan beliau sendiri yang menjahit pakaiannya yang robek. Beliau juga tidak pernah merasa terhormat jika ada yang berdiri untuk menyambutnya, berbeda dengan kesombongan yang seringkali menjangkiti diri kita. Suatu ketika beliau pernah bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ.
(رواه مسلم)
Artinya: "Tidaklah sedekah itu mengurangi harta. Tidaklah Allah menambah curahan pahala kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya."
Ini adalah sebuah pelajaran berharga. Kerendahan hati bukan berarti kita hina, justru dengan kerendahan hati, Allah akan mengangkat derajat kita. Kesombonganlah yang akan menjatuhkan kita. Mari kita lihat di lingkungan kita, seringkali kita menemukan orang yang merasa lebih dari yang lain, padahal di hadapan Allah, yang paling mulia adalah yang paling bertakwa.
Selain itu, Rasulullah ﷺ adalah pribadi yang sangat pemaaf. Beliau pernah mengalami perlakuan yang sangat buruk dari kaum kafir Quraisy, bahkan dicaci, dihina, dilempar batu hingga berdarah. Namun, ketika beliau diberi pilihan oleh malaikat Jibril untuk menghukum mereka, beliau justru memilih untuk mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Ini adalah puncak kemuliaan akhlak.
Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita menyimpan dendam, menyimpan sakit hati. Padahal, memaafkan adalah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan memaafkan, hati kita menjadi lapang, tidak ada beban. Sebagaimana hadits yang tadi kita sebutkan: "Tidaklah Allah menambah curahan pahala kepada seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan".
Terakhir, mari kita renungkan bagaimana Rasulullah ﷺ menjaga silaturahmi. Beliau sangat mencintai keluarganya, mencintai sahabatnya, bahkan beliau mencintai umatnya hingga akhir hayat. Beliau tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama Muslim, tetapi juga dengan non-Muslim selama mereka tidak memusuhi kita.
Bagaimana dengan kita? Di zaman sekarang, silaturahmi terasa semakin renggang. Kita lebih sering berinteraksi dengan gadget daripada dengan tetangga. Kita lebih mengenal artis di televisi daripada dengan kerabat sendiri. Padahal, menjaga silaturahmi adalah perintah agama dan kunci pintu rezeki serta panjang umur.
Saudaraku sekalian, meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam kehidupan sehari-hari bukanlah perkara yang sulit jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh dan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Mulailah dari hal-hal kecil: tersenyum kepada sesama, berkata jujur, menahan amarah, membantu tetangga, menjaga lisan, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda.
Setiap tindakan kecil yang meniru akhlak mulia Rasulullah ﷺ akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi kita. Mari kita jadikan Rasulullah ﷺ sebagai kompas hidup kita, agar setiap langkah yang kita ambil senantiasa berada di jalan yang diridai oleh Allah SWT. Ingatlah firman Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 21:
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ}
Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..."
Marilah kita bersungguh-sungguh dalam mengamalkan ajaran-ajaran beliau, meniru akhlak beliau, dan menyebarkan kebaikan di mana pun kita berada. Niscaya kehidupan kita akan menjadi lebih bermakna, lebih berkah, dan diridai oleh Allah SWT.
Kita telah membahas pentingnya meneladani akhlak Rasulullah ﷺ dalam kejujuran, kerendahan hati, pemaafan, dan menjaga silaturahmi. Semoga apa yang telah kita dengar dan pelajari hari ini dapat menjadi bekal bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pribadi yang mencintai Rasulullah ﷺ dengan tulus, dan terbukti dengan meneladani akhlak beliau.
Marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan untuk mengamalkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan kita sehari-hari, serta dapat berkumpul di surganya kelak bersama Rasulullah ﷺ.
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang senantiasa mencintai-Mu dan mencintai Rasul-Mu. Jadikanlah kami hamba-Mu yang dapat meneladani akhlak mulia junjungan kami, Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ampunilah segala dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta dosa seluruh kaum muslimin dan muslimat. Berikanlah kami kesehatan, kebahagiaan di dunia dan akhirat. Khusnul khotimah untuk kita semua.
Terima kasih atas segala perhatiannya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan kata, tingkah laku, atau kekurangan dalam penyampaian saya. Semoga Allah SWT mengampuninya.
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.